Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Post

Buletin Puspa Media, Jurnalisme Warga Puspanegara

Written By Abu Rifki on Jumat, 09 Mei 2014 | 18.47



Menyampaikan serta menyebarkan informasi bukan hanya tugas wartawan,warga masyarakat pun dapat melakukan hal yang sama, apalagi dikuatkan dengan Undang-undang Pers No. 40 tentang kebebasan Pers. Hal inilah yang mendorong sekelompok warga masyarakat Kelurahan Puspanegara membuat Buletin Puspa Media.
Saat ditemui di ruang kerjanya, Lurah Puspanegara, rameni membenarkan bahwa Karang Taruna yang menjadi bagian dari Warga Kelurahan Puspanegara berinisiatif memuat informasi warga lewat Buletin puspa media.
Memasuki April 2014, Buletin ini sudah terbit 3 edisi, meski baru 8 halaman namun isinya cukup padat. Memuat info kegiatan yang dilakukan warga masyarakat. Dalam pengisian konten juga pendistribusian, bulletin ini bekerja sama dengan Kelurahan,LPM,PKK,Karang Taruna, serta BKM Puspamandiri. Setiap exemplar dikenakan biaya seribu rupiah, cukup murah kan.., selain itu Buletin ini juga menyediakan spot iklan sehingga pelaku usaha yang ada di Kelurahan Puspanegara dapat mempromosikan produknya lewat bulletin ini.
Jurnalisme Warga perlu ditumbuhkan sebagai sarana membentuk ruang opini antar warga masyarakat sehingga warga masyarakat tak hanya jadi penikmat berita saja, lebih dari itu mereka dapat lebih interaktif dalam menyampaikan ide atau gagasan untuk kemajuan wilayah. Sudah saatnya media lokal turut serta memajukan informasi wilayahnya.

Abdul Yazid, Ramah mengolah sampah



Berbuat di Masyarakat tak harus menunggu dulu jadi Pejabat, setidaknya itu yang sudah dilakukan Abdul Yazid. Meski hanya jadi Ketua RT di wilayahnya, Kampung Lemper RT 04/05, Bapak 3 anak itu cukup banyak berbuat dilingkungan dimana ia tinggal.
Sampah yang seringkali menjadi masalah warga berhasil ditanganinya. Lewat Unit Pelayanan Kebersihan (UPK) SAWARGI SADAYA 45 yang dikelolanya kini sampah di lingkungan tersebut dapat tertangani dengan baik. Sampah rumah tangga yang dikelolanya dipilah berdasarkan jenisnya. Sampah organik dan non organik disediakan tempatnya masing-masing. Pada dasarnya masalah sampah tidak bisa diselesaikan hanya oleh Pemerintah saja. Sudah saatnya sebagai penghasil sampah kita ikut membantu, bahkan ikut bertanggung jawab dengan mengurus sampahnya sendiri, begitu menurutnya.
Dalam konteks ini, memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga cukup penting. Sebab, hakikatnya sampah dihasilkan oleh masyarakat itu sendiri. Salah satu yang dapat dilakukan masyarakat untuk berperan serta mengelola sampah dan melestarikan lingkungan adalah meninggalkan pola lama dalam mengelola sampah domestik (rumah tangga) seperti membuang sampah di sungai dan pembakaran sampah, dengan menerapkan prinsip 4R yakni, reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), recycle (daur ulang) dan replace (mengganti) serta melakukan pemisahan sampah organik dan sampah an-organik. Itu yang dilakukan Abdul Yazid selama ini bersama warga lainnya.
Tak hanya itu yang dilakukannya, air bersih yang sejak dulu dikeluhkan warga juga tak luput ia perhatikan. Dibantu CSR Perusahaan yang ada di wilayahnya. Ia membangun sarana pengadaan air bersih. Di tanah milik Perusahaan ia mendirikan Menara air. Sumber airnya diambil dari mata air yang hampir tak pernah kering meskipun disaat kemarau. Dari tower itulah dialirkan air bersih kerumah warga yang membutuhkan.
Abdul Yazid melakukan semua itu dengan senang, tanpa pamrih yang lain. Disela kesibukannya bekerja di salah satu perusahaan swasta. Toh ia masih mampu berbuat hal yang berguna bagi masyarakat sekitarnya.

Finalis Bogor Short Movie Festival 2014

Written By Abu Rifki on Rabu, 07 Mei 2014 | 06.49



Lomba Film Pendek yang diselenggarakan sejak maret silam akhirnya selesai. Sebagian peserta yang tak lain pelajar itu antusias mengirimkan kreativitas mereka berakting, demikian disampaikan Ketua Panitia M.Hasby. Ketua Panitia yang masih tercatat sebagai siswa SMK Budiniah tersebut juga sudah berkoordinasi dengan panitia lainnya. Hasilnya keluar 4 besar finalis.
Kempat Finalis lomba tersebut antara lain : SMAN 1 DRAMAGA, SMKN 1 CIBINONG, SMAN BABAKAN MADANG, dan SMA PGRI BABAKAN MADANG. Thema yang diusung pun beragam, dari tawuran hingga romantisme pelajar SMU.
Saat menyerahkan ke empat film tersebut ke Diskominfo Kab. Bogor, H.Muharom selaku Kepala UPT penyiaran menyampaikan apresiasinya kepada para peserta. Ia berjanji akan menayangkan finalis tersebut pada siaran TV Teman milik Diskominfo.
Lomba Film Pendek yang diselenggarakan Padjadjaran TV bekerjasama dengan FKOKB serta Diskominfo kab. Bogor itu merupakan sarana mengasah kreativitas siswa. Diharapkan event ini dapat memicu semangat siswa mengahadapi dunia broadcast yang saat ini semakin berkembang.

Lepas Sambut Kades Citeureup

Written By Abu Rifki on Senin, 05 Mei 2014 | 20.09



Senin, 5 Mei 2013 menjadi hari yang cukup penting,setidaknya buat warga citeureup. Mengawali senin pertama dibulan mei 2014, diadakan Lepas sambut Kepala Desa. Budi Mulyamin, kepala desa citeureup periode 5 tahun sebelumnya menyerahkan jabatan kepala desa kepada Kepala Desa yang baru.
Gugun Wiguna, Kepala Desa terpilih periode 2014 -2020 resmi menjalankan mandat  mengepalai desa citeureup setelah memenangkan pemilihan kepala desa 9 maret silam. Dalam sambutannya pria yang bisa disapa arel ini berjanji akan menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknnya.
Dalam saat yang sama, Camat Citeureup, Tedy Pembang juga menyampaikan beberapa hal terkait kepemimpinan Kades Citeureup yang baru. Menurutnya Jabatan Kepala Desa adalah amanah yang mesti dijaga dengan baik.Kepentingan warga masyarakat mesti didahulukan, imbuhnya.
Acara lepas sambut kepala desa dihadiri Ketua RT ,RW, BPD, serta CSR Perusahaan yang ada di wilayah Desa Citeureup. Kegiatan yang mengambil lokasi di Kantor Desa Citeureup itu dibuka dengan bersama-sama menyanyikan Lagu Indonesia Raya.
beberapa undangan yang hadir dalam acara tersebut mengaku senang dengan terpilihnya Kepala Desa yang baru. mereka berharap Pemimpin yang baru ini akan membawa perubahan yang baik terutama untuk kemajuan masyarakat desa citeureup khususnya serta Kecamatan Citeureup umumnya.
Lebih lengkap Photo : https://www.facebook.com/media/set/?set=a.10201901148237957&type=1&l=302651be37   (Photo : Firly Nugraha)

Kaleng Kerupuk Gaya

Written By Abu Rifki on Rabu, 23 April 2014 | 06.01



Kaleng Kerupuk bukan sesuatu hal yang aneh, ia biasa terlihat di warung-warung atau rumah makan. Bentuknya dari dulu ya seperti itu, kubus dengan warna yang cukup mencolok. Rata-rata berwarna biru atau hijau. Satu sisinya ada kaca yang transparan sehingga kerupuk yang di dalam terlihat dari luar.
Namun kaleng kerupuk satu ini berbeda betul dengan yang terlihat di warung-warung. Dedi Ahmadi, Pemuda dari Kampung dukuh Pasir mukti Citeureup itu membuat Kaleng kerupuk beraneka warna dan bentuk. lewat tangannya kaleng kerupuk menjelma menjadi kaleng kerupuk dengan hiasan cantik. Pada bulan Ramadhan, ia kewalahan melayani pesanan.
Kaleng kerupuk kini mendunia setelah bertransformasi dalam model-model unik. Ada yang berbentuk bundar ataupun persegi empat dan persegi enam. Warnanya pun bermacam-macam, mulai dari pink, hijau, jingga, hingga perak. Bahannya pun bukan hanya dari kaleng, tapi ada juga yang berbahan stainless.
Dedi yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Rancage ini membuat kaleng kerupuk dalam banyak ukuran. Ada yang berukuran mini yang lebih mirip toples permen atau pajangan di atas meja. Ada pula toples berukuran besar yang memuat puluhan kerupuk bundar.
Keunikan bentuk, warna, dan motif seperti itu jarang kita temui pada kaleng kerupuk di warung-warung. Dedi, Ketua KUB Rancage ini,  ini membuat kaleng kerupuk tidak hanya fungsional sebagai penyimpan penganan, tetapi juga menjadi pajangan di atas meja makan. Kaleng kerupuk hias miliknya malahan menjadi suvenir pada acara-acara pameran.
Bagi kalangan rumah tangga, kaleng kerupuk buatan Dedi menarik untuk dipajang di atas meja. Toples buatannya terlihat mentereng karena dibuat dari baja antikarat (stainless steel) yang tidak akan berkarat. Pada bagian tengah setiap sisi toples dilapisi kaca sehingga akan tampak isi toples dari luar.
Untuk mendapatkan kaleng kerupuk buatan Dedi bisa langsung datang ke Workshop Rancage di Kp. Dukuh RT 03/ 01, Pasir Mukti Citeureup-Bogor kunjungi http://umkm.citeureup.net
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Portal Citeureup - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger